Ini kali ke limas belas mail yang aku sudah buat, tidak jadi aku send
dan juga ndak kubuang. Akhirnya di folder draft ada lima belas draft.
Dan baru hari ini aku sadari bahwa ke lima belas draft itu di tujukan
untuk satu orang dan isi-nya ya… itu itu juga. Ya..merasa kehilangan
dan tiba-tiba yang muncul adalah kenangan. KANGEN ?
Sering kali kerinduan itu muncul baru ketika seseorang atau sesuatu
itu telah benar-benar berlalu, tidak ada lagi. Tapi sesering itu pula
seseorang itu atau sesuatu itu tergantikan sehingga perasaan seperti
tadi, “kangen” tidak begitu terasa. ” You will be find something
different without me” kayak gitulah. Tapi kalau ‘different’-nya ternyata
bukanlah sesuatu yang lebih baik, maka yang ada adalah keinginan
sekedar untuk mengenang kembali, atau bahkan berharap bisa kembali ke
masa-masa itu.
Ach itukan mimpi. Ya,… tapi ternyata kita butuh juga mimpi, karena
hanya mimpilah ‘dunia yang sempurna’. Tempat kita bisa menghilangkan
segala hambatan atas sesuatu yang diinginkan. Ingin menjadi pengatur
sekaligus pelaku, menjadi raja sekaligus hamba. Menciptakan tempat,
keadaan yang sesuai dengan ‘ego’ yang dimiliki.
Keadaan itu kali yang membuat aku sampai lima belas kali ‘menulis’
untuknya, walaupun tak sekali punya keberanian untuk benar-benar
mengirimkannya.
Aku mungkin lagi kangen, atas situasi yang memberi banyak ruang untuk berkomunikasi.
Aku mungkin rindu, atas sentuhan-sentuhan yang lebih manusiawi dan bersahabat.
Aku mungkin kangen atas kebebasan berekspresi dan mereprentasikan
diri, mengabungkan warna-warna tanpa harus menghilangkan satu warna
sekalipun sebagaimana indahnya pelangi.
Aku mungkin kangen untuk pembrontakan pembrontakan jiwa
Aku rindu, atas kebebasan mengepakkan sayap ke langit biru.
Aku rindu, atas aku yang dulu bisa benar-benar menjadi aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar