Kamis, 20 Oktober 2016

KANGEN (curhat) - February 27, 2006

Ini kali ke limas belas mail yang aku sudah buat, tidak jadi aku send dan juga ndak kubuang. Akhirnya di folder draft ada lima belas draft.

Dan baru hari ini aku sadari bahwa ke lima belas draft itu di tujukan untuk satu orang dan isi-nya ya… itu itu juga. Ya..merasa kehilangan dan tiba-tiba yang muncul adalah kenangan. KANGEN ?

Sering kali  kerinduan itu muncul baru ketika seseorang atau sesuatu itu telah benar-benar berlalu, tidak ada lagi. Tapi sesering itu pula seseorang itu atau sesuatu itu tergantikan sehingga perasaan seperti tadi, “kangen” tidak begitu terasa. ” You will be find something different without me” kayak gitulah. Tapi kalau ‘different’-nya ternyata bukanlah sesuatu yang lebih baik, maka yang ada adalah keinginan sekedar untuk mengenang kembali, atau bahkan berharap bisa kembali ke masa-masa itu.

Ach itukan mimpi. Ya,… tapi ternyata kita butuh juga mimpi, karena hanya mimpilah ‘dunia yang sempurna’. Tempat kita bisa menghilangkan segala hambatan atas sesuatu yang diinginkan. Ingin menjadi pengatur sekaligus pelaku, menjadi raja sekaligus hamba. Menciptakan tempat, keadaan yang sesuai dengan ‘ego’ yang dimiliki.

Keadaan itu kali yang membuat aku sampai lima belas kali ‘menulis’ untuknya, walaupun tak sekali punya keberanian untuk benar-benar mengirimkannya.

Aku mungkin lagi kangen, atas situasi yang memberi banyak ruang untuk berkomunikasi.
Aku mungkin rindu, atas sentuhan-sentuhan yang lebih manusiawi dan bersahabat.
Aku mungkin kangen atas kebebasan berekspresi dan mereprentasikan diri, mengabungkan warna-warna tanpa harus menghilangkan satu warna sekalipun sebagaimana indahnya pelangi.
Aku mungkin kangen untuk pembrontakan pembrontakan jiwa
Aku rindu, atas kebebasan mengepakkan sayap ke langit biru.
Aku rindu, atas aku yang dulu bisa benar-benar menjadi aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar